Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Saturday, 29 August 2015

Proses penerimaan dan pengolahan informasi dalam diri individu

Proses penerimaan dan pengolahan informasi dalam diri individu dimulai dari proses penerimaan informasi yang paling awal, yaitu sensasi, kemudian diikuti dengan proses persepsi sampai proses menyimpan dan menggunakan kembali informasi tsb.
Sensasi adalah proses menangkap stimuli melalui alat indra. Berasal dari kata sense, berarti alat indra ,yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Melalui lima alat indra yang kita miliki, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Indra terpenting

Tuesday, 24 April 2012

Teori pendekatan psikologi

    Ada 5 teori / pendekatan utama psikologi modern dalam memandang perilaku manusia, yakni(1)Pendekatan neurobiologik,(2)pendekatan psiko-analisis,(3)pendekatan perilaku(behaviorisme),(4)pendekatan kognitif ,dan(5)pendekatan humanistik.
    Pendekatan neurobiologik adalah pendekatan yang berusaha menghubungkan tindakan dengan kejadian yang berlangsung di dalam tubuh manusia,terutama dalam otak dan susunan syaraf.Pendekatan ini mencoba menyederhanakan perilaku yang dapat diamati dan kejadian-kejadian mental (seperti pikiran dan emosi)menjadi biologis.
    Psikoanalisis dengan tokohnya sigmund freud melihat bahwa perilaku manusia di tentukan oleh insting bawaan yang sebagian besar tidak disadari.dalam pandangan psikoanalisis, kepribadian manusia merupakan interaksi antara Id, Ego, dan Superego. Dengan menyampaikan struktur dalam kepribadian manusia ini, psikoanalisis menekankan kepada totalitas kepribadian manusia,bukan bagian yang terpisah-pisah.
    Pendekatan behaviorisme (juga disebut psikologi S-R) menganalisis perilaku manusia hanya berdasarkan perilaku yang tampak dan dapat diukur.Behaviorisme percaya bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar (learning process). Manusia belajar dari lingkungannya dan dari hasil belajra itulah ia berperilaku. Oleh karena itu, manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungannya.
    Pendekatan ini juga berpendirian bahwa manusia dilahirkan tanpa sifat-sifat sosial atau psikologis.
    Psikologi kognitif berpendapat bahwa manusia bukan hanya penerima stimuli yang pasif.Mental manusia mengolah in formasi yang diterimanya dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk baru dan memilihnya ke dalam kategori-kategori.
    Adapun psikologi humanistik bertumpu pada tiga dasar pijakan, yaitu(1)keunikan manusia,(2)pentingnya nilai dan makna, dan. (3)Kemampuan manusia untuk mengembangkan diri. Jadi pendekatan ini menilai manusia tidak digerakkan oleh kekuatan luar yang tidak dapat dikontrolnya, tp manusia adalah pemeran yg mampu mengontrol nasib sendiri dan mampu mengubah dunia di sekelilingnya. Pandangan ini menggarisbawahi kualitas-kualitas manusia yang membedakan manusia dari hewan, terutama dalam kebebasan berkehendak dan dorongan untuk aktualitas diri.

Faktor-faktor personal dan situasional yang mempengaruhi perilaku manusia

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia ada 2,yaitu faktor personal dan faktor situasional.Faktor personal terdiri dari faktor biologis dan faktor sosiologis.
Faktor biologis menekankan pada pengaruh struktur biologis terhadap perilaku manusia. Pengaruh biologis ini dapat berupa insting atau motif biologis. Insting,misalnya agresivitas,merawat anak. Adapun motif biologis,misalnya kebutuhan makan, minum.

Psikologi

    Psikologi
=>Studi limiah mengenai perilaku dan proses mental(psychology is the scientificof behavior and mental proses)(papalia&olds,1985;Weber,1992).

Proses mental yang terjadi walaupun tak dapat di amati secara langsung, seperti orang memersepsi,berfikir ,mengingat,dan merasa.

Untuk menjelaskan perilaku manusia dalam menanggapi lingkungannya, manusia mempunyai 4 reaksi dasar :
1.    Reaksi instrumental, yaitu berupa tindakan/ yang menyangkut gerakan,spt berjalan,makan,berbicara.
2.    Reaksi kognitif.sistem reaksi ini terdiri dari berfikir, membuat rencana, berimajinasi.
3.    Reaksi afektif;termasuk dalam sistem ini adalah perilaku emosional, baik yang positif(gembira),yang negatif(sedih).yang lembut maupun yang keras (sangat marah).
4.    Reaksi persepsi,rekasi yang melibatkan satu atau lebih alat indra kita,seperti penglihatan,penciuman,pendengaran,kepekaan terhadap rasa sakit.
Menurut papalia &old (1985),kajian psikologi memiliki 4 tujuan:
1.    Deskripsi;artinya psikologi memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi .Ex:melalui deskripsi kita mengetahui bahwa ada hub. Antara tingkat pendidikan dan usia seseorang;makin tinggi pendidikan seseorang,makin panjang usia orang tersebut.Kita tidak tahu mengetahui hub. Itu terjadi ,kita hanya mengetahui bahwa hub. Itu ada.
2.    Eksplanasi;tujuan ini merupakan tahap lanjutan dari tujuan pertama, yakni untuk menjawab pertanyaan “mengapa”Psikologi memberikan informasi tentang mengapa sesuatu  terjadi.Dalam contoh  yang sudah disebutkan di atas, mungkin saja bahwa orang yang berpendidikan tinggi memiliki usia yang lebih panjang karena mereka hidup lebih baik dan karena mereka lebih tahu tentang apa yang harus dikerjakan jika mereka sakit/mungkin saja hubungan itu terjadi karena ada faktor ketiga,Ex;kekayaan;kekayaan inilah yang digunakan untuk pendidikan dan perawatan kesehatan.
3.    Prediksi;artinya psikologi bertujuan untuk meramalkan peristiwa yang terjadi di masa depan berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya.Misalnya, tes IQ di gunakan untuk memprediksikan keberhasilan siswa di sekolah.
4.    Modifikasi atau kontrol;tujuan ini adalah untuk mengubah atau mengontrol perilaku.Hal yang dilakukan adalah memodifikasi(melakukan sesuatu terhadap)lingkungan untuk memperoleh perilaku yang di antisipasikan (telah diharapkan/diperhitungkan sebelumnya).Misalnya,dalam contoh yang sudah disebutkan pada butir 3,apabila tes IQ menunjukkan siswa pemilih taraf kecerdasan yang tinggi,tetapi prestasi belajarnya sangat rendah maka perlu di lakukan terapi tertentu untuk mengoptimalkan fungsi kecerdasannya.


Ke empat tujuan ini saling berkaitan satu sama lain. Sebelum kita mengubah perilaku orang lain, kita membuthkan deskripsi akurat tentang perilaku tersebut,eksplanasi tentang perilaku tersebut serta berbagai konsekuensinya,dan sejumlah dasar untuk  memprediksi hasil dari perubahan perilaku tersebut.